Gejala Typhus pada Anak

Apa gejala typhus pada anak 

Tahukah anda Indonesia adalah wilayah endemik typhus, artinya di wilayah kita, typhus pada anak berkembang biak dan menjadi penyakit yang umum ditemukan. Padahal penyakit yang gejalanyanya ‘hanya’ demam dan pusing ini sudah merenggut ratusan ribu nyawa per tahunnya. Sangat mengerikan sekali.

Parahnya penyakit ini menyerang semua umur, mulai dari kakek-nenek sampai balita imut. Dalam suatu jurnal kesehatan dinyatakan 64%-82% anak dibawah 12 tahun terserang thypus tiap tahunnya dan tiap tahun meningkat di 10 tahun terakhir. Beberapa sumber menyatakan tidak terkontrolnya distribusi makanan anak menjadi salah satu pemicu berkembangya penyakit ini.

Saya sepakat. Coba lihat apa yang dijual di sekolah-sekolah anak. Mulai dari makanan berpewarna tekstil, borax, formalin dll. Namun penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi ini lebih disebabkan penggunaan air kotor, air mentah, atau masuknya debu jalanan pada makanan anak-anak.

Bakteri ini masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak di usus kecil. Saat koloninya membesar, bakteri salmonella typhi ini menginfeksi dinding usus dan mengakibatkan peradangan. Peradangan ini yang memicu demam tinggi dan pusing yang menjadi-jadi. Sayangnya anak-anak kadang kurang bisa menceritakan detail sakit yang dirasakannya pada orang tua, akibatnya penyakit ini kadang terlambat ditangani dan mengakibatkan kematian.

gejala-typhus-pada-anak

Penularan typhus pada anak 

Typus pada anak bisa menular langsung dari penderita maupun tidak langsung. Bakteri salmonella bisa menular melalui cipratan air seni dan faeces. Namun yang sering terjadi adalah air seni yang mengering atau faeces yang mengering terbawa debu dan mengenai makanan yang kemudian dikonsumsi anak.

Begitu masuk kedalam tubuh, bakteri ini langsung berkembang biak dan membentuk koloni. Hanya dalam waktu 24-72 jam, koloni yang terbentuk sudah cukup untuk menginfeksi darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Kemudian bakteri ini langsung menginfeksi organ dalam lain seperti limfa, hati, sumsum, bahkan ginjal.

Dan dalam 5-9 hari, koloni yang menginfeksi organ-organ vital tersebut sudah mulai merusak dan menimbulkan gejala tifoid seperti pusing dan demam.

Gejala ini mirip sekali dengan demam berdarah dan sering disalah artikan oleh masyarakat. Namun dengan cek darah di laboratorium bisa dengan cepat dipastikan penyakitnya.

Demam sering muncul selepas magrib dan di malam hari. Dan intensitasnya meningkat. Di minggu kedua demam semakin menjadi, nafas tidak sedap, kulit kering, rambut kering, lidah tertutup lapisan putih, nafsu makan berkurang drastis dan lemas. Pada kondisi seperti ini anak harus segera mendapatkan penanganan medis karena sudah menginjak fase kritis.

Fase kritis lanjutan menimbulkan perdarahan, kebocoran usus, infeksi selaput usus, dan memicu kelainan di otak (esefalopati, meningitis). Pada penderita penyakit typhus berat, disarankan untuk menjalani perawatan dan pengobatan di rumah sakit.

Pengobatan typhus pada anak 

Saat meninjak fase kritis, typus pada anak harus ditangani secara serius di rumah sakit. Namun kesembuhan typhus melalui obat medis seringkali tidak tuntas. Karena itu sebaiknya disertai pengobatan herbal baik pada saat pengobatan medis berlangsung maupun setelah dinyatakan sembuh oleh dokter. Minimal untuk sementara waktu setelah keluar dari rumah sakit sampai kondisi badan kembali bugar.

Ini untuk memastikan typhus pada anak tidak kambh lagi, apalagi jika kembali bertemu dengan makanan-makanan kurang sehat kembali.

Gunakan jelly gamat gold G 1-2 botol sudah cukup untuk memastikan typhus tidak kambuh lagi. Hub no dibawah ini untuk mendapatkan Jelly Gamat Obat Typhus pada anak dengan jaminan keaslian produk.

obat.in menyembuhkan penyakit

Leave a Reply